Saturday, April 20, 2013

Kartini dan Emansipasi Wanita

tanggal berapa coba ini hayooooo ?????
yap betul sekali,sekarang tanggal 21 April hari peringatan Ibu Kartini.
Raden Ajeng Kartini lahir pada 21 April tahun 1879 di kota Jepara, Jawa Tengah. Ia anak salah seorang bangsawan yang masih sangat taat pada adat istiadat. Setelah lulus dari Sekolah Dasar ia tidak diperbolehkan melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi oleh orangtuanya. Ia dipingit sambil menunggu waktu untuk dinikahkan.tentu saja Kartini tidak serta merta menerima kondisi ini,akan tetapi ia juga tidak bisa melawan orang tuanya karena takut dikira anak durhaka,Kartini tetap terus belajar melalui buku buku yang disediakan dirumahnya,dengan banyak membaca paradigma kartini mulai terbuka,ia tertarik dengan kemajuan berpikir wanita Eropa,mulailah dari situ Kartini mengumpulkan teman teman perempuannya untuk kemudian ia ajarkan membaca dan menulis serta ilmu pengetahuan lainnya.
pada masa itu Kartini merupakan salah satu tokoh yang memperjuangkan hak wanita untuk medapatkan pendidikan lebih,tidak hanya para kaum laki laki saja yang berhak mendapatkan itu,selain Kartini ada juga tokoh lain seperti Dewi sartika,mereka adalah tokoh pejuang wanita pada zaman kolonialis Belanda atau sering disebut pejuang Emansipasi Wanita...........
apa sih Emansipasi wanita itu????
bicara tentang emansipasi,banyak kalangan yang mempersepsikan berbeda mereka beranggapan bahwa emansipasi itu diartikan sebagai penaklukan atas segala determinasi,penindasan terhadap derajat wanita,dan perjuangan wanita untuk mendapatkan hak yang sama dengan laki laki bahkan melebihinya.anggapan seperti ini salah,Emansipasi saat ini sudah sangat salah kaprah,banyak wanita yang ingin disamakan dengan laki laki,mulai dari pendidikannya,pekerjaannya,cara berpakaiannya,peluangnya dan masi banyak lagi,padahal wanita dan laki laki itu tidak bisa disamakan,mereka sangat berbeda,mulai dari cara berbicara,berpenampilan,tingkahlaku,energi,berfikir dan perasaan pun itu sangat berbeda.laki laki diciptakan dengan energi yang melebihi wanita,karna laki laki itu fitrahnya untuk bekerja menafkahi keluarganya,dan dengan fikiran yang lebih rasional daripada wanita karena laki laki difitrahkan untuk menjadi pemimpin yang selalu menuntutnya untuk cepat dan tepat dalam mengambil segala keputusan,dan dengan perasaan yang lebih keras karena laki laki apabila ia menjadi Imam atau pemimpin dalam segala keputusan atau hukuman yang ia ambil tidak boleh menggunakan perasaanya dalam menjatuhkan hukuman tapi sesuai objek dan subjeknya
bagaimana dengan wanita???
tentu saja berbeda...
wanita diciptakan dengan energi yang terbatas,wanita lebih cepat merasakan lelah dibanding lakilaki,dalam berfikir wanita juga terbatas,adakalanya ketika ia dalam masa haid wanita terkadang tidak bisa mensingkronkan antara hati dan fikirannya karena pada masa itu wanita sangat sensitif dan lebih cepat marah,dan bagaimana dengan perasaanya??? tentusaja wanita diciptakan dengan memiliki perasaan yang sangat lembut,walaupun dikatakan ia itu tomboy tetapai perasaan yang dimiliki wanita adalah penyayang,lemah lembut,karena wanita itu terlalu sering menggunakan perasaanya daripada berfikir maka dari itu wanita tidak bisa dijadikan sebagai Pemimpim atau Imam,karena pernah pada masa nabi dulu tepatnya nabi Sulaiman a.s.beliau pernah mengajak suatu kerajaan besar untuk bergabung dengan kerajaan yang dipimpinnya,pada saat itu kerajaan besar tersebut dipimpin oleh seorang wanita,yaitu Ratu Bilqis,ratu tersebut dalam mengambil keputusan untuk bergabung dengan kerajaannya nabi Sulaiman a.s beliau selalu mempertimbangkannya dan tidak bisa mengambil keputusan tanpa ada persetujuan menteri menterinya,dari sini terlihat bukan,bahwa seorang wanita lebih menggunakan perasaannya daripada berfikir dan lebih lama memutuskan suatu keputusan
bagaiman islam meandangnyaa????
dalam hal ini islam memandang itu sebagai suatu kesalahan besar,karena dalam islam wanita itu sangat dimuliakan,mereka dijaga dari penampilannya,cara berpakaiannya,tutur kata,sopan dan santun semua dijaga karena wanita derajatnya tinggi,dan peran wanita dalam islam itu sebagai ummu warabbatul bait(pendidik pertama) but nowadays....... peran itu sudah tergantikan dengan para ibu yang sibuk bekerja diluar,berkarier,sementara para anak anak mereka dibiarkan diasuh oleh para baby siter,padahal ibu merupakan sekolah pertama untuk para anak anaknya.
akibat emansipasi yang salah anggapan,para wanita berbondong bondong bekerja diluar dan meninggalkan tugas utamanya sebagai ibu dan seorang istri,mereka menuntut persamaan hak.
padahal dengan seperti itu wanita sama saja diperdayakan oleh para kalpitalis kapitalis,banyaknya traficking,eksploitasi terhadap wanita benar benar terlihat sekarang ini,lihat saja kebanyakan buruh pabrik itu wanita daripada laki laki,padahal dengan jam kerja yang begitu menguras energi,itu bisa mengubah pola sikap wanita terhadap lingkungan keluarganya,karena seharian dia dipabrik dengan beban pekerjaan yang melelahkan,debu debu pabrik,dan lingkungan pabrik yang tidak terlalu baik,saat mereka pulang dan diajak bercanda oleh anak anak mereka,mereka sudah tidak lagi senang yang ada perasaan lelah dan kesal yang berakibat tempramen terhadap wanita tersebut,dan para pemilik modal itu lebih mudah menerima wanita kenapa?? ya karena wanita itu tidak banyak bersuara dengan kebijakan yang diterapkan diperusahaan tersebut,mereka bekerja dengan lelah tapi diberi upah yang tidak sebanding,,, islam sendiri tidak melarang seorang wanita itu berkarier,asalkan tugas utama sudah terlaksanakan,hukum wanita bekerja dalam isla itu adalah mubah,kita bisa ambil contoh wanita yang sukses dalam bisnis dan keluarganya sebut saja Siti Khadijah salah seorang istri nabi Muhammad saw,beliau seorang bisniss women yang sukses dalam kariernya dan dalam keluarganya.
kembali lagi semua itu terjadi atas dasar Emansipasi wanita yang salah tanggap,dan islam juga tidak pernah mengajarkan Emansipasi karena memang tidak ada, wanita dalam islam sangat dijaga dan dimuliakan,wanita juga merupakan tiang negara,suatu negara akan baik jika didalamnya terdapat wanita wanita yang baik.

 jadi teman teman perlu diingat sekali lagi,bahwa perjuangan yang Kartini emban bukan merupakan perjuangan mutlak untuk menyamakan derajat wanita dengan laki laki,tapi merupakan perjuangan dalam bidang pendidikan perempuan,dimana wanita juga berhak medapatkan pendidikan yang layak.....

SELAMAT HARI KARTINIIIII :D

No comments:

Post a Comment

Post a Comment